Universitas Mahasaraswati Denpasar | UNMAS.AC.ID
English Version Bahasa Version
| Home | Sitemap | Webmail | Contact | Photo Gallery |
Spacer Spacer Spacer
Universitas Mahasaraswati Denpasar
Logo
03 July 2009
BERITA KAMPUS


 

 


Penyusunan Tesis S2

I. PENDAHULUAN

Penyusunan Tesis bagi mahasiswa Program Magister (S2) Prodi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pengelolaan Lingkungan (P2WL) Pascasarjana Universitas Mahasaraswati Denpasar merupakan keharusan intrakurikuler yang wajib dilakukan sebagai syarat menyelesaikan studi di tingkat Pendidikan magister (S2).

Untuk menjaga kelancaran dan kebenaran dalam penyusunan tesis dipandang perlu untuk memberikan tuntunan yang diwujudkan dalam Buku Panduan Penyusunan Tesis. Diharapkan dengan Buku Panduan ini, mahasiswa dalam menyusun tesis lebih mudah memahami dan lebih terarah tindakannya baik menyangkut sistematika penulisan maupun hal-hal yang semestinya dimuat dalam karya ilmiah/ tesis. Di samping pula bertujuan untuk memberikan pola yang seragam sebagai ciri khas dari hasil purna karya mahasiswa Program Magister (S2) Prodi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pengelolaan Lingkungan Pascasarjana Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Tujuan pengiring dari penyusunan Buku Panduan Penyusunan Tesis ini, juga untuk memenuhi tuntutan Akreditasi Program Studi P2WL yang mengisyaratkan kelengkapan sarana akademik untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. Buku Panduan ini memberi pemahaman kepada semua pihak yang berkepentingan dalam penyusunan karya ilmiah atau tesis menyangkut persyaratan bagi mahasiswa untuk penyusunan tesis, sistematika penulisan, prosedur mengikuti kolokium (seminar proposal) sampai dengan ujian tesis. Sebagai langkah awal dari pengadaan Buku Panduan ini, tidak dipungkiri masih banyak kekurangan yang ada baik sistematika maupun isinya. Namun demikian diharapkan dapat menjadi bahan tuntunan bagi mahasiswa dan Komisi Pembimbing demi kelancaran mahasiswa dalam menyusun tesis.

II. PROSEDUR PENYUSUNAN TESIS

Tesis merupakan tugas akademis dengan bobot satuan kredit semester (sks) sebesar 6 sks. Mahasiswa Program (S2) P2WL Pascasarjana Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar wajib untuk membuat Karya Tulis Ilmiah (tesis).

Tesis berupa hasil kajian ilmiah baik kajian lapangan, laboratorium dan kepustakaan yang disusun dengan bimbingan Tim Komisi Pembimbing yang ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar.
Dalam menyelesaikan tesis mahasiswa mengikuti prosedur yang diawali dengan pengajuan Rancangan Proposal, mengikuti kolokium (seminar proposal tesis), seminar hasil penelitian dan akhirnya pada tahap akhir mengikuti ujian tesis.

A. Persyaratan Menyusun Proposal Tesis
  1. Mahasiswa telah menyelesaikan minimal 30 sks
  2. Mangajukan proposal penelitian kepada Direktur melalui Tata Usaha Pascasarjana Unmas Denpasar
  3. Telah mendapat Komisi Pembimbing berdasarkan Surat Keputusan Rektor Unmas Denpasar
  4. Telah membayar SPP untuk semester III
  5. Lama waktu penyusunan proposal tesis 1 semester dan dapat diberikan toleransi maksimal 1 semester.
  6. Persyaratan penyusunan tesis harus mengikuti tata cara penyusunan proposal tesis berdasarkan panduan penyusunan tesis PPs. Unmas Denpasar
  7. Mahasiswa dalam menyusun proposal mendapat bimbingan secara kontinu dari Tim Komisi Pembimbing.  
B. Persyaratan Mengikuti Seminar Proposal (Kolokium)
  1. Proposal tesis telah di setujui oleh kedua Pembimbing yang dibuktikan dengan penandatanganan pada kartu bimbingan tesis.
  2. Menyerahkan proposal tesis yang telah terjilid mika warna hijau muda sebanyak 6 eksemplar di sekretariat pascasarjana dengan rincian 3 eksemplar untuk Komisi Pembimbing dan Penelaah, 2 eksemplar untuk Direktur dan Sekretaris Pascasarjana dan 1 eksemplar untuk pegangan presentasi mahasiswa.
  3. Mengikuti seminar proposal tesis sesuai jadwal yang ditentukan
  4. Mahasiswa berhak seminar proposal apabila pernah mengikuti kolokium minimal 3 kali dengan mengisi blanko (form) kehadiran.
  5. Seminar proposal tesis dipimpin oleh direktur dan sekretaris, dosen pembimbing I dan II serta seorang dosen penelaah
  6. Mahasiswa mempresentasikan proposal tesis sesuai waktu yang telah ditentukan oleh pemimpin sidang.
  7. Mahasiswa saat presentasi memakai pakaian bebas rapi berdasi, dan bagi mahasiswa lain dapat hadir pada saat seminar proposal tesis untuk prasyarat seminar proposal (kolokium) sebagai peserta pasif dengan berpakaian bebas rapi.
  8. Mahasiswa yang tidak lulus seminar dapat diberikan seminar susulan satu kali paling lama dalam kurun waktu 2 (dua) bulan.
  9. Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus seminar proposal tesis, dapat melakukan penelitian.
C. Prosedur Mengikuti Bimbingan Tesis
  1. Telah dinyatakan lulus seminar proposal
  2. Telah menyampaikan hasil perbaikan proposal yang ditandatangani kedua orang Komisi Pembimbing dan Penelaah.
  3. Waktu dan Tempat bimbingan di kampus setiap hari kerja (Senin s.d Minggu) dan waktu bimbingan sesuai kesepakatan antara dosen dengan mahasiswa
  4. Jangka waktu pelaksanaan bimbingan maksimal 2 semester.
  5. Bila dalam waktu 1 semester belum ada tanda-tanda mulai penyusunan proposal dan /atau melakukan penyusunan tesis, mahasiswa bersangkutan dapat dipanggil oleh direktur melalui sekretaris untuk dicarikan solusi terbaik.
  6. Setiap mahasiswa harus mendapat ijin tertulis mengadakan penelitian ke lapangan atau mencari sumber data di luar kampus, yang ditandatangani direktur diketahui oleh rektor.
  7. Berbagai bentuk perbedaan pendapat yang terjadi antara mahasiswa dengan Komisi Pembimbing akan ditangani lembaga dengan mencarikan solusi yang menguntungkan pihak mahasiswa dan lembaga.
D. Prosedur Mengikuti Seminar Hasil
  1. Mahasiswa diperkenankan mendaftarkan diri untuk seminar hasil apabila telah menyelesaikan draf tesis seluruh bab dan telah mendapat persetujuan (acc) dari Komisi Pembimbing
  2. Sebagai peserta pasif (site-in) dalam seminar proposal atau seminar hasil minimal 5 kali.
  3. Pendaftaran seminar hasil dilakukan di Bagian Tata Usaha Pascasarjana Unmas Denpasar, disertai dengan penyerahan draf hasil penelitian (tesis) sebanyak 6 eksemplar yang telah dijilid mika berwarna hijau muda.
  4. Mengikuti seminar hasil sesuai jadwal yang ditentukan.
  5. Mahasiswa presentasi sesuai waktu yang telah ditentukan oleh pemimpin sidang.
  6. Mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus dalam seminar hasil penelitian, dapat mengulang maksimal dalam waktu satu setengah bulan berikutnya. Apabila sampai batas waktu yang ditentukan tidak melakukan seminar ulangan penelitian dinyatakan gagal dan mahasiswa harus menggali masalah untuk penyusunan tesis yang baru.
  7. Pakaian mahasiswa dalam presentasi seminar hasil bebas rapi tetapi wajib menggunakan dasi.
  8. Mahasiswa lain dapat hadir pada saat seminar hasil untuk prasyarat mengikuti seminar proposal (kolokium) dan seminar hasil penelitian tesis sebagai peserta pasif dengan berpakaian bebas rapi.
E. Prosedur Mengikuti Ujian Tesis
  1. Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus seminar hasil, setelah melakukan perbaikan dapat mendaftarkan diri untuk ujian tesis 2. Pendaftaran ujian tesis dilakukan di sekretariat Pascasarjana dengan menyetor 6 eksemplar draf tesis, yang telah dijilid dengan mika berwarna hijau muda. 3. Menyerahkan surat keterangan pelunasan administrasi keuangan dan surat keterangan penyelesaian kuliah dari Direktur dengan melampirkan seluruh nilai mata kuliah yang diprogramkan pada konsentrasi yang ditekuni 4. Ujian tesis dipimpin oleh direktur dan sekretaris. Penguji ujian tesis sebanyak 5 orang yang terdiri dari Direktur,Sekretaris, Komisi Pembimbing dan seorang dosen senior sebagai penelaah. 5. Memperlihatkan Surat Keterangan bebas pinjaman buku dari Perpustakaan Pusat dan Perpustakaan PPs. Unmas Denpasar 6. Ujian tesis bersifat tertutup untuk kehadiran mahasiswa kecuali mahasiswa yang akan diuji. 7. Mahasiswa yang mengikuti ujian wajib menggunakan pakaian atas putih tangan panjang, di bawah gelap/ hitam, jas almamater dan berdasi. 8. Mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus dapat mengikuti ujian tesis ulangan maksimal dua kali berturut-turut dengan tenggang waktu maksimal dua bulan. 9. Mahasiswa yang telah mengikuti ujian tesis dan dinyatakan lulus selambat-lambatnya dalam waktu satu bulan telah melaporkan diri ke Sekretariat Pascasarjana Unmas Denpasar, dengan membawa: a. Menyerahkan tesis yang telah dijilid sesuai ketentuan sebanyak 5 eksemplar dengan rincian: 1). 2 (dua) eksemplar untuk Komisi Pembimbing 2).1 (satu) eksemplar untuk dosen penelaah 3). 1 (satu) eksemplar untuk dokumentasi perpustakaan Pascasarjana Unmas Denpasar, dan 4). 1 (satu) eksemplar untuk dokumentasi Perpustakaan Pusat Unmas Denpasar. Tesis yang telah dijilid ditandatangani oleh Komisi Pembimbing dan Penelaah, dan diketahui Direktur Pascasarjana Unmas Denpasar b. Menyerahkan 1 eksemplar naskah ilmiah untuk dimuat pada jurnal ilmiah dengan mendapat persetujuan secara tertulis dari kedua pembimbing. 
III. MEKANISME BIMBINGAN TESIS

A. Pengertian Bimbingan Tesis

Pengertian bimbingan tesis adalah kegiatan akademik bersifat institusional yang dilaksanakan oleh tenaga edukatif dalam bentuk perbantuan pemikiran, pengarahan, tuntunan, pendampingan, memfasilitasi dan memotivasi agar seorang mahasiswa yang telah memenuhi syarat dalam menyusun tesis dapat menyusun dan menyelesaikan karya tulis ilmiahnya secara efektif dan efisien. Proses perbantuan oleh Komisi Pembimbing dapat dilakukan dalam bentuk tatap muka atau komunikasi interaktif dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan jaringan internet. Sesuai dengan ketentuan pada Buku Panduan Akademik Pascasarjana Unmas Denpasar Tahun 2009, bimbingan tesis diberikan oleh Komisi Pembimbing terdiri dari Pembimbing I dan II dengan persyaratan yang telah ditentukan dan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Rektor.

B. Tugas Dosen Pembimbing

Tugas Pembimbing I adalah:
  1. Melakukan koordinasi dengan pembimbing II setelah mendapatkan Surat Keputusan Rektor tentang Komisi Pembimbing dan Mahasiswa Bimbingan.
  2. Memanggil mahasiswa bimbingan untuk memberikan petunjuk umum tentang prosedur bimbingan tesis.
  3. Menelaah secara cermat dan interaktif terhadap masalah dan rancangan proposal mahasiswa.
  4. Menentukan kalender efektif jadwal konsultasi untuk efektifitas bimbingan
  5. Memberikan petunjuk tentang mekanisme kerja, fasilitas untuk mendapatkan referensi, berbagai tindakan cerdas untuk menyelesaikan tesis.
  6. Memberi petunjuk dan solusi terhadap berbagai masalah atau hambatan yang dihadapi mahasiswa bimbingan seperti penyusunan instrumen,penggalian data dan analisis data.
  7. Bertanggung jawab terhadap seluruh isi tesis dan prosedur yang ditempuh mahasiswa dalam proses penyusunan tesis.
  8. Menandatangani persetujuan dan pengesahan penyelesaian tesis.
  9. Bertindak sebagai tim penguji 
Tugas Pembimbing II adalah:
  1. Melakukan koordinasi dengan Pembimbing I dan mahasiswa setelah menerima Surat Keputusan Rektor tentang Komisi Pembimbing dan Mahasiswa Bimbingan.
  2. Membantu Pembimbing I dalam memberikan bimbingan kepada mahasiswa.
  3. Membantu mahasiswa untuk menelaah dan melakukan tindakan cerdas berbagai hal yang diarahkan oleh Pembimbing I.
  4. Memfasilitasi kebutuhan mahasiswa bimbingan yang berkaitan dengan usaha penyelesaian tesis.
  5. Bertanggungjawab terhadap isi tesis dan prosedur yang ditempuh oleh mahasiswa bimbingan selama menyusun tesis.
  6. Menandatangani persetujuan dan pengesahan penyelesaian tesis.
  7. Bertindak sebagai tim penguji  
C. Tugas dan Kewajiban Mahasiswa Bimbingan

Mahasiswa bimbingan bertugas dan berkewajiban untuk:
  1. Memahami dan berupaya melaksanakan berbagai ketentuan lembaga berkenaan dengan prosedur penyusunan tesis.
  2. Memahami dan berkomitmen terhadap penyelesaian tesis.
  3. Berupaya untuk menemukan gagasan atau ide, menangkap fenomena, merumuskan judul dan membuat draf proposal serta organisasi tesis.
  4. Secara teratur dan beretika untuk mengikuti bimbingan dari Komisi Pembimbing.
  5. Menjaga hubungan yang harmonis dengan Komisi Pembimbing
  6. Melakukan pengayaan dalam hal penguasaan materi, metodologi dan mengakses referensi yang mutahir sesuai dengan topik yang dibahas.
  7. Bertanggungjawab terhadap isi dan prosedur yang dilakukan dalam menyusun proposal, draf tesis dan tesis.
  8. Siap melakukan presentasi (power-point) dalam seminar proposal (kolokium), seminar hasil dan ujian tesis.
  9. Siap melakukan perbaikan berkenaan dengan koreksi yang disampaikan oleh Tim penguji dalam ujian tesis.
  10. Siap memenuhi kewajiban yang berkaitan dengan penyelesaian tesis sebagai syarat administrasi untuk mengikuti kegiatan Yudisium dan Wisuda.
D. Frekuensi Bimbingan

Untuk menjamin kelancaran dan keteraturan dalam proses pembimbingan, diperlukan ketentuan berkenaan dengan frekuaensi bimbingan. Hal ini penting untuk menentukan secara normatif proses pembimbingan sudah dipandang cukup atau kurang. frekuensi Pembimbingan Proposal Tesis:
  1. Mahasiswa telah mulai membuat draf proposal semenjak mendapat kepastian tentang konsentrasi yang dipilihnya dengan Surat Keputusan Direktur Pascasarjana Unmas Denpasar.
  2. Kegiatan pembimbingan oleh Komisi Pembimbing dapat dilakukan sejak mendapatkan Surat Keputusan Rektor tentang Komisi Pembimbing dan Mahasiswa Bimbingan.
  3. Pelaksanaan Kolokium atau Seminar Proposal Tesis dilakukan pertengahan semester atau akhir semester III.
  4. Frekuensi bimbingan penyusunan proposal tidak termasuk kolokium maksimal selama satu semester ekivalen dengan empat bulan efektif. Frekuensi Pembimbingan Tesis: 1. Penyusunan tesis dimulai dengan penyusunan draf dan penggalian data setelah dinyatakan lulus kolokium (ujian proposal). 2. Sejak penyusunan draf, menyusun instrumen, penggalian data dan analisis data kegiatan pembimbingan secara teratur dilakukan secara bersama oleh Komisi Pembimbing. 3. Frekuensi bimbingan penyusunan tesis tidak termasuk ujian tesis dilakukan dalam kurun waktu satu semester ekivalen dengan empat bulan efektif. E. Tata cara Penyelesaian Perselisihan Apabila dalam proses pembimbingan terjadi perselisihan sebagai akibat dari hambatan dalam komunikasi atau ketidak sesuaian ide, pemahaman terhadap substansi yang dibahas dalam tesis mahasiswa hendaknya diupayakan secepatnya mencari dan mendapat solusi. Tanggungjawab terhadap materi tesis baik isi maupun tata penulisan, sebesar 70% berada pada Ketua Komisi Pembimbing (Pembimbing I) dan sebesar 30% berada pada Pembimbing II. Perselisihan atau beda persepsi dapat terjadi diantara Komisi Pembimbing (pembimbing I dan II). Hal ini tidak semestinya terjadi sebab Komisi Pembimbing II harus koordiantif dan lebih memelihara keputusan bersama. Apabila kenyataannya terdapat perselisihan semata-mata disebabkan oleh kurangnya komunikasi atau tidak pernah duduk bersama dalam membahas masalah yang dihadapi oleh mahasiswa bimbingannya, maka solusi terbaik adalah membicarakan masalahnya dengan duduk bersama. Akan tetapi apabila perselisihan itu terjadi antara pembimbing dengan mahasiswa bimbingan dan sepanjang masalah tersebut masih dimungkinkan untuk diselesaikan diantara kedua belah pihak, maka penyelesaian perselisihan tersebut tidak perlu dimediasi. Akan tetapi apabila perselisihan tersebut sudah tidak memungkinkan dapat diselesaikan oleh kedua belah pihak, maka direktur dan sekretaris program pascasarjana dapat menjadi mediator dan direktur berhak untuk mengambil keputusan yang paling bijaksana
IV. SISTEMATIKA PENYUSUNAN

A. Proposal Tesis
  1. Halaman sampul
  2. Halam persetujuan Komisi Pembimbing
  3. Halaman Kata Pengantar
  4. Halaman Daftar isi
  5. Halaman Daftar Tabel
  6. Halaman Daftar Gambar
BAB I : PENDAHULUAN
  1. Latar belakang
  2. Rumusan Masalah
  3. Rumusan Tujuan (umum dan khusus)
  4. Manfaat /Kegunaan (teoritis dan praktis) 
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Kajian teoritik, paradigma penelitian, rumusan hipotesis (alternatif, nol/statistik , hipotesis kerja dll.)

BAB III: METODE PENELITIAN

1. Analisis Situasi dan Waktu
a. Tempat penelitian
b. Waktu penelitian
2. Populasi dan Sampel
a. Besar populasi
b. Perhitungan sampel
c. Besar sampel
3. Instrumen Penelitian
a. Sintesis teori
b. Definisi oprasional variabel (konsep)
c. Rancanagan instrumen penelitian
d. Instrumen penelitian
e. Validitas instrumen penelitian
f. Instrumen final
4. Jenis dan bentuk data
a. Jenis data
b. Bentuk data
5. Analisis data
a. Tabulasi data (kuantitatif)
b. Uji normalitas data (kuantitatif)
c. Uji linieritas dan keberartian (kuantitatif)
d. Uji hipotesis
e. Kesimpulan DAFTAR PUSTAKA

Catatan: untuk penelitian eksperimen menggunakan metode (desain) penelitian eksperimen

B. Tesis
  1. Halaman Judul
  2. Halaman Pengesahan
  3. Halaman Revisi
  4. Halaman Abstrak (bahasa Indonesia)
  5. Halaman Abstract (bahasa Inggris)
  6. Halaman Kata Pengantar
  7. Halaman Daftar Isi
  8. Halaman Daftar Tabel
  9. Halaman Daftar Gambar (jika ada)
  10. Halaman Daftar Lampiran
BAB I: PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Penelitian
  2. Rumusan Masalah
  3. Rumusan Tujuan Penelitian ( umum dan khusus)
  4. Manfaat / Keguanaan Penelitian(teoritis dan praktis)
BAB II: TINJAUAN PUSTAKA

Kajian teoritik, paradigma penelitian/Kerangka berpikir, rumusan hipotesis (alternatif, nol/statistik/ hipotesis kerja)

BAB III: METODE PENELITIAN

1. Analisis situasi dan waktu 
a. Tempat penelitian
b. Waktu penelitian
2. Populasi dan Sampel
a. Besar populasi
b. Perhitungan sampel
c. Besar sampel
3. Instrumen Penelitian
a. Sintesis teori
b. Definisi oprasional variabel (konsep)
c. Rancanagan instrumen penelitian
d. Instrumen penelitian
e. Validitas instrumen penelitian
f. Instrumen final
4. Jenis dan bentuk data
a. Jenis data
b. Bentuk data
5. Analisis data
a. Tabulasi data (kuantitatif)
b. Uji normalitas data (kuantitatif)
c. Uji linieritas dan keberartian (kuantitatif)
d. Uji hipotesis
e. Simpulan

BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
  1. Hasil Penelitian (Temuan Penelitian)
  2. Pembahasan (Pembahasan Temuan Penelitian)
BAB V: SIMPULAN, SARAN dan IMPLIKASI
  1. Simpulan
  2. Saran-Saran
  3. Implikasi
Daftar Pustaka Glosarium Lampiran-lampiran:
  1. Daftar Kuesioner/ Instrumen
  2. Foto
  3. Riwayat Hidup Peneliti
  4. Surat ijin penelitian, dll.
V. DESKRIPSI SISTEMATIKA PROPOSAL DAN TESIS
A. Penjelasan Proposal

1. Bagian awal Proposal 
a. Halaman sampul, berisikan:

1) Judul, apabila rumusannya terdiri dari kalimat panjang lebih dari satu baris, dirumuskan seperti trapesium (piramida) terbalik, diketik dengan huruf Kapital tegak lurus, ditebalkan.

2) Lambang Unmas Denpasar, dengan ukuran 4 x 6 cm diletakkan di tengah (di bawah judul) dengan warna hitam

3) Nama mahasiswa (lengkap), dan di bawah nama ditulis NPM

4) Ditulis; Program Pendidikan Magister, Nama Prodi, Konsentrasi atau Bidang Kajian Khsus (BKU), nama institusi dan tahun disusun diurut ke bawah diletakkan di bawah NPM. Contoh: Lampiran 1

b. Halaman persetujuan
Komisi Pembimbing Pada halaman berikutnya tertulis persetujuan yang ditandatangani Komisi Pembimbing
Contoh: Lampiran 2

c. Halaman Kata Pengantar
Kata pengantar dari penyusun yang berisikan rasa syukur, judul penelitian, masalah, dan tujuan dari penelitian, diakhiri dengan ucapan penyampaian terima kasih dan permakluman.
Kota, hari,tanggal dan tahun serta nama penyusun ditulis dan diletakkan di sisi kanan bawah.

d. Halaman Daftar isi Daftar isi memuat hal-hal yang terkandung pada bagian awal, isi dan bagian akhir.

2. Bagian Isi

Pada bagian isi yang penting untuk dicermati:

a. Latar belakang hendaknya dapat mengungkapkan fenomena yang menggambarkan keadaan yang diharapkan (das-solen) dengan kenyataan (das-sain), kondisi aktual permasalahan yang muncul dan peluang untuk dicarikan solusi atau pengembangannya.

b. Rumusan masalah, ditulis secara berurutan ke bawah jika masalahnya lebih dari satu nomor. Masalah biasanya dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya, spesifik, mempunyai dasar teori yang kuat, dapat diuji secara emperik.

c. Rumusan tujuan penelitian terdiri dari tujuan umum dan khusus.
Tujuan umum mengandung hal-hal yang bermakna bagi batang ilmu dan tujuan khusus dirumuskan untuk mengungkapkan hal-hal yang menyangkut makna yang diperoleh dari pemecahan terhadap akar masalahnya.Dengan kata lain tujuan dirumuskan sesuai dengan rumusan masalah yang telah dirumuskan

d. Rumusan manfaat atau kegunaan dari penelitian mengandung rumusan manfaat teoritik dan praktis. Pada rumusan manfaat teoritis mengungkapkan terpenuhinya kepentingan keilmuan (sains), sedangkan pada rumusan manfaat praktis dapat mengungkapkan gambaran yang oprasional, terukur, riil dan hasil penelitian dapat bernilai pragmatis.

e. Kajian Teoritik atau Tinjauan pustaka/teori berisikan pemaparan konsep/ variabel yang dikaji dalam penelitian dengan mengungkapkan teori-teori ataupun hasil penelitian yang relevan dan mutahir dengan mengakses hasil atau buku terbitan tahun terakhir. Alur pikir yang diungkapkan dengan gambar alir bermuara kepada penyusunan hipotesis.

f. Metodologi penelitian Pada bagian metodologi penelitian hendaknya dirumuskan aspek epistemologis dari penelitian berupa langkah-langkah yang benar untuk menadapatkan keputusan yang benar (tesis). Dalam hal ini menyangkut rancangan penelitian sesuai dengan jenis penelitian yang dilaksanakan (kualitatif-kuantitatif) yang berkonskuensi terhadap data yang diperlukan, metode mengumpulkan data dengan instrumen pendukungnya, metode penentuan sampel dan teknik analisis data.

3.  Bagian Akhir

Bagian akhir dari proposal penelitian berisikan daftar pustaka berupa buku (5 tahun terakhir), jurnal ilmiah, laporan penelitian ataupun hasil kajian lapangan yang diakses peneliti dan relevan dengan topik yang dibahas untuk memperkuat teori atau hasil analisisnya.

B. Penjelasan Tesis

Pokok pikiran yang tertuang dalam organisasi tesis bersumber pada penjelasan proposal tesis. Karena hakikatnya proposal tesis sebagai deskripsi ringkas dari apa yang tertuang dalam tesis.
Penjelasan umum yang dapat disampaikan pada organisasi tesis sebagai berikut:

1. Bagian awal

a. Halaman Judul (sama dengan proposal)
b. Halaman Persetujuan dan Pengesahan. Contoh: Lampiran : 3
c. Halaman Revisi Dimuat pernyataan bahwa tesis telah diperbaiki sesuai dengan masukan yang diberikan oleh penelaah maupun tim penguji yang ditandatangani oleh tim penguji dan Komisi Pembimbing Contoh: Lampiran 9
d. Halaman Abstrak Berisikan ringkasan dari isi penelitian atau tesis dengan menggunakan bahasa Indonesia.
e. Halaman Abstract Ringkasan dengan menggunakan bahasa Inggris
f. Halaman Kata Pengantar (sama seperti pada penjelasan proposal)
g. Halaman Daftar Isi (sama dengan penjelasan pada proposal)
h. Halaman Daftar Tabel Memuat daftar judul tabel yang diurut sesuai dengan urutan nomor tabel dan nomor halaman pada tesis Contoh: Lampiran 5
i. Halaman Daftar Gambar (jika ada) Memuat daftar judul gambar yang diurut sesuai dengan urutan nomor gambar dan nomor halaman pada tesis Contoh: Lampiran 6
j. Halaman Daftar Lampiran yaitu halaman yang memuat berbagai hal yang dilampirkan (sebagai referensi) dalam tesis. Penyajiannya sama dengan halaman daftar gambar sesuai contoh lampiran 6.

2. Bagian isi

Pada bagian isi terdiri dari uraian Bab I sampai dengan Bab III yang isi pokok pikirannya sama dengan proposal tesis hanya saja dalam draf tesis lebih dikembangkan kajian teori untuk memperkaya teori.
Penjelasan berikut akan diarahkan secara khusus untuk isi pada:

a. Bab IV; berisikan Hasil penelitian dan Pembahasan, dalam bagian ini peneliti sudah mengungkapkan data yang real dari hasil penggalian data di lapangan, di perpustakaan atau di laboratorium berikut dengan langkah-langkah analisisnya sampai pada pengujian hipotetsis. Untuk penelitian sosial dan analisis kualitatif apakah menggunakan analaisis statistik parametrik atau deskriptif kualitatif sangat penting untuk mengungkapkan tahap pemikiran interpretatif terhadap hasil analisis (tahap ini sebagai inti atau kunci dari penelitian kualitatif).
b. Bab V; berisikan simpulan, saran-saran dan implikasi. Pada bagian simpulan yang penting untuk dikemukakan adalah simpulan dari hasil analisis pada masing-masing variabel. Saran-saran merupakan sumbang pikir dari peneliti berkenaan dengan hasil kajian. Saran ditujukan kepada hal-hal yang dikaji dalam penelitian tesis. Saran lebih bermakna jika saran tersebut pragmatis dan mudah dilaksanakan. Implikasi dirumuskan berkenaan dengan keadaan yang diinginkan kemudian dari hasil penelitian.

3. Bagian akhir

Pada bagian akhir dari tesis berisi:
  1. Daftar Pustaka (penjelasan sama seperti pada proposal)
  2. Glosarium; penjelasan berkenaan dengan istilah, konsep yang dipergunakan dalam tesis yang dapat berarti atau bermakna ganda untuk menghindari kekeliruan atau kesalahpahaman pembaca.
  3. Lampiran pada tesis berisi daftar kuesioner atau instrumen penggalian data. Dalam hal ini jenis apa yang diungkapkan sangat tergantung kepada jenis instrumen yang dipakai oleh peneliti.
  4. Apabila dipandang perlu dapat dicantumkan sejumlah poto yang bermanfaat untuk dokumentasi dan memperkuat argumen dalam tesis.
  5. Pada lampiran berikut dalam tesis dimuat Daftar Riwayat Hidup (Curiculum Vitae) peneliti. 
C. Penyajian Tabel, Gambar atau Grafik

Tabel dapat dipandang sebagai salah satu cara yang sistematis untuk menyajikan data statistik dalam kolom-kolom dan lajur, sesuai klasifikasi masalah sehingga pembaca lebih cepat dan mudah menafsirkannya. Bentuk tabel yang baik, efektif dan efisien dapat dipahami dari bentuknya yang sederhana, lengkap dan mandiri berpusat kepada beberapa ide. Memasukkan data terlalu banyak dalam satu tabel menimbulkan tabel kurang baik penyajiannya.
“Tabel yang baik harus dapat menyampaikan ide dan hubungan-hubungannya dalam tulisan secara efektif” (Tanjung &Ardial,2000). Bentuk tabel disesuaikan dengan kebutuhan dengan pertimbangan tabel dapat menyajikan data yang diperlukan dan mudah dimengerti oleh pembaca. Bentuk tabel yang memerlukan ukuran kertas yang lebih panjang dari ukuran tesis dapat dibuat dalam format landscape. Halaman daftar gambar sebagai halaman yang berisikan pendaftaran tentang gambar-gambar (grafik, skema, bagan, petan dan sebagainya) yang termuat pada bagian pokok tesis dengan tata penulisan sesuai dengan daftar tabel. Catatan: Penyajian tabel secara fisik dapat dilihat pada lampiran 7

VI. PROSEDUR TEKNIS TATA PENULISAN
A. Format
  1. Kertas, Bentuk dan ukuran huruf Kertas yang dipergunakan untuk Proposal dan tesis jenis HVS A4 (210 x 297mm) 80 g, diketik dengan menggunakan program Microsoft Word dengan bentuk huruf Times New Roman, ukuran font 12 (12pt). 
  2. Spasi dan Jarak Tepi (Margin) Proposal dan Tesis diketik dengan spasi ganda, kecuali untuk abstrak dan kutipan panjang menggunakan spasi tunggal. Naskah baik proposal maupun tesis diketik dengan jarak tepi: a. Samping kiri 4 cm b. Samping kanan 3 cm c. Batas atas 3 cm, dan d. Batas bawah 3 cm Jarak pengetikan bab, subbab dengan rincian: a. Jarak pengetikan antara bab dengan subbab 4 spasi, subbab dan kalimat di bawahnya 2 spasi b. Judul bab diketik ditengah-tengah dengan huruf besar tanpa digaris bawahi. c. Judul subbab ditulis mulai dari sebelah kiri, huruf pertama setiap kata ditulis dengan huruf besar (huruf kapital)., kecuali kata-kata sambung dan kata depan , seperti; yang, dari, dan. Judul subbab dicetak tebal d. Judul anak subbab ditulis mulai dari sebelah kiri. Huruf pertama ditulis dengan huruf kapital dan dicetak tebal. e. Jika masih ada subjudul dalam tingkatan yang lebih rendah, ditulis seperti pada butir (c) di atas, lalu diikuti oleh kalimat berikutnya. Pengetikan kalimat Alinea baru diketik sebaris dengan baris di atasnya dengan jarak 2 spasi dan menjolok kedalam 7 ketukan (Tab).
  3. Penomoran halaman a. Semua halaman bagian awal baik proposal maupun tesis diberi nomor dengan angka Romawi kecil (i,ii,iii, ..... dst) dan ditulis dibagian bawah tengah (halaman judul tetap dihitung tetapi tidak diberi nomor halaman) b. Pada bagian isi dan bagian akhir semua halaman naskah sampai dengan daftar pustaka dan glosarium diberi nomor halaman dengan angka Arab (1, 2, 3, .....dst) pada bagian sisi kanan atas. Pada setiap halaman Bab nomor halaman ditulis pada bagian tengah bawah
  4. Penomoran Bab,Subbab, Tabel dan Grafik/Gambar a. Penomoran Bab dan Subbab Setiap naskah terdapat judul Bab dan subbab. Setiap judul Bab diketik dengan huruf Kapital dan berada di tengah halaman dua spasi di bawah nomor Bab. Apabila naskah terdiri dari beberapa Bab, subbab dan anak subbab, maka penomoran dilakukan dengan cara kombinasi antara angka dengan huruf seperti: BAB I,II,III angka Romawi besar A B C huruf kapital 1 2 3 angka Arab a b c huruf kecil 1) 2) 3) angka Arab dengan satu tanda kurung a) b) c) huruf kecil dengan satu tanda kurung (1) (2) (3) angka Arab di dalam kurung (a) (b) (c) huruf kecil di dalam kurung (i) (ii) (iii) angka Romawi kecil dalam kurung b. Penomoran Tabel, Grafik/ Gambar 1. Pada setiap Bab apabila terdapat tabel, maka tabel tersebut diberi judul dan nomor urut angka Arab berlanjut ke Bab berikutnya. Contoh: Tabel 1,2,3 dan seterusnya. 2. Judul tabel dibuat setelah nomor tabel dengan huruf tegak, tidak ditebalkan dan setiap huruf awal disetiap kata diketik dengan huruf Kapital. 4. Apabila judul tabel terdiri dari 2 baris atau lebih, digunakan spasi tunggal. Judul tabel ditulis di atas tabel.
  5. Jarak antarbaris, antartabel dan judul 1 spasi
  6. Jarak antara naskah dengan judul tabel 3 spasi
  7. Jarak antara akhir tabel dan naskah 3 spasi
  8. Bentuk tabel bebas sesuai dengan kebutuhan, lihat contoh tabel lampiran 7.
  9. Tabel yang diperoleh dari kutipan harus dicantumkan sumbernya di bawah tabel tersebut.
  10. Ketentuan pada penulisan gambar dan grafik tata penulisannya sama dengan tabel. Hanya saja judul gambar atau grafik ditulis di bawah gambar atau grafik
B. Tata Cara Penulisan dan Penggunaan Bahasa
  1. Kalimat dan Paragraf Kalimat adalah satuan terkecil dalam tulisan ilmiah yang menggambarkan satu kesatuan pikiran. Struktur kalimat yang baik dan benar harus ada subyek dan predikat dengan atau tanpa obyek. Gabungan beberapa kalimat menjadi satu kesatuan yang disebut paragraf. Bahasa yang dipergunakan untuk semua naskah adalah bahasan penuturan (eksposisi) tidak diperkenankan menggunakan kata ganti orang dalam naskah tulisan kecuali dalam kata pengantar. Dalam satu paragraf hanya memaparkan satu pokok pikiran. Kalimat-kalimat dalam satu paragraf hendaknya saling berkaitan dan mempunyai hubungan runtut. Demikian pula antarparagraf harus disusun berurutan dan mempunyai hubungan runtut. Kalimat pertama pada awal paragraf diketik dengan jarak 7 ketukan dari garis tepi kiri naskah.
  2. Kutipan Dalam penulisan naskah kerap terjadi penulis mengutip pernyataan atau pendapat penulis lain. Dalam mengutip perlu dipertimbangkan aspek pernyataan ilmiah (sesuai dengan akar masalah yang dibahas) dan gaya penulisan yang kesemuanya itu menyangkut teknik penulisan ilmiah. Aspek pernyataan ilmiah sebagai transformasi ilmiah sedangkan gaya penulisan sebagai notasi ilmiah (atmadilaga,1989). Dalam hal ini teknik notasi ilmiah yang diacu adalah teknik bodynote tanpa halaman. Contoh: ........................ Subendo (2007) menyatakan bahwa ada hubungan antara faktor sosial ekonomi dengan kecerdasan masyarakat dalam menerima informasi. Atau dapat ditulis: Sejalan dengan pernyataan tersebut, dapat dipetik pandangan bahwa ada hubungan antara faktor sosial ekonomi dengan kecerdasan masyarakat dalam menerima informasi (Subendo,2007). Pengutipan sumber informasi ilmiah orang lain secara langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung dimaksudkan alih tulis selengkapnya secara utuh menurut aslinya. Sedangkan kutipan tidak langsung dimaksudkan hanya mengambil esensinya dari informasi yang dikutif tanpa menghilangkan makna dan disusun dengan bahasa sendiri. Dalam hal mengutif informasi ilmiah dari orang lain dibedakan atas kutipan pendek dan kutipan panjang. Kutipan pendek apabila panjang kalimat yang dikutip maksimal sampai 5 baris berisi kurang lebih 40 kata. Sedangkan lebih dari 5 baris atau 40 kata sebagai kutipan panjang. Tata cara penulisan untuk kutipan pendek ditulis dalam bentuk naratif, sebagai bagian yang terpadu dalam teks utama, diikuti nama pengaran dan tahun. Awal kutipan panjang atau kutipan berisi 40 kata atau lebih ditulis tanpa tanda kutip secara terpisah dari teks yang mendahuluinya. Baris pertama ditulis dimulai dari awal paragraf ( ketukan 7), selanjutnya baris kedua dan seterusnya dimulai dari ketukan 5 (1,2 cm dari garis tepi) Jarak antara baris diketik dengan spasi tunggal (1 spasi). Contoh: Ada pandangan yang relevan dengan kesimpulan dari analisis sebagaimana diungkapkan oleh Antara (2008) sebagai berikut : Adanya pencemaran di dalam rumah sebagai akibat dari kurang ....................................................................................... ....................................................................................... ....................................................................................... .......................................................................................
  3. Nama Latin atau Nama Asing Nama latin atau asing diketik miring di dalam kurung setelah nama atau kata / istilah Indonesianya. Apabila diketik sebagai bagian yang utuh dari suatu kalimat, nama /kata dan / istilah hanya diketik miring.
  4. Kapitalisasi Huruf Penggunaan huruf Kapital dan cara penulisannya: a. Judul Tesis dan Judul Bab Judul Tesis dan bab seluruh huruf diketik dengan huruf Kapital b. Judul Subbab Huruf pertama pada semua kata diketik dengan huruf Kapital, keculai untuk kata partikel seperti di, ke, dari,untuk, yang, pada dan yang tidak terletak pada posisi awal. Judul Subbab diketik dimulai dari sisi kiri dan uraian berikutnya merupakan paragraf pertama. d. Judul anak subbab Judul anak subbab dan seterusnya jika anak subbab masih dirinci, diketik dengan huruf Kapital untuk huruf pertama kata pertama. Kalimat berikutnya sebagai paragraf pertama.
  5. Penulisan Sumber Penulisan sumber menggunakan Harvard Style. Penulisan sumber baik dalam naskah maupun dalam daftar pustaka, huruf pertama nama penulis diketik dengan huruf Kapital.a. Penulisan dalam naskah
    1. Penulisan nama sumber dapat ditulis di depan atau di belakang kutipan. Dalam naskah, sumber ditunjuk dengan mencantumkan nama akhir penulis (tanpa inisial) diikuti tahun terbit di dalam kurung. Contoh: Di awal kutipan: Antara(2008) mengatakan bahwa pengolahan limbah yang kurang baik dapat menimbulkan pencemaran Diakhir kutipan: Pengolahan limbah yang kurang baik dapat menimbulkan pencemaran (Antara.2008)
    2. Sumber kutipan yang ditulis oleh dua atau tiga orang penulis, dalam naskah penunjukan sumber ditulis nama akhir dari kedua/ketiga penulis diikuti dengan tahun terbit. Akan tetapi bila jumlah penulis lebih dari tiga orang, penunjukan sumber ditulis nama akhir penulis pertama diikuti “et al” atau “dkk” dan tahun terbit. Contoh: Stewart dan Oasis (2002) bahwa.................................. Stewart, Oasis dan Runk (2002) bahwa .......................... Punk dkk.(2006) menyatakan bahwa ............................ Faktor budaya sebagai ............................(Budiarta dkk.2009).
    3. Apabila terdapat sumber kutipan ditulis oleh dua atau lebih nama penulis dengan nama akhir yang sama, maka dalam naskah sumber ditunjuk dengan mencantumkan inisial nama akhir diikuti nama depan yang disingkat dan tahun terbit. Contoh: Budiarja,A. (2000) bahwa ......................................... Budiarja,G. (2005) bahwa..........................................
    4. Bilamana penulis sumber menulis lebih dari satu tulisan dalam tahun yang sama, maka penulisan ditambahkan huruf ‘a’ ‘b ‘c’ dst. setelah tahun terbit. Contoh: Gerana,(2002a) Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial sebagai dua sisi.............. Gerana,(2002b) Peran Pasar tradisional di Eraglobal..................
    5. Apabila sumber diambil dari suatu buku tanpa nama penulis (anonim), maka dalam naskah ditulis Lembaga penerbit atau instansi. Contoh: Dalam Pedoman Penyusunan Karya Ilmiah (2000) disebutkan bahwa Populasi ......................................................... Dikatakan bahwa Populasi adalah ....... (Aksi Agraris Kanisius, 2000)
    6. Apabila sumber dikutip dari surat kabar atau majalah tanpa nama penulis (anonim), maka dalam naskah ditulis nama surat kabar/ majalah, tanggal, bulan, tahun penerbitan. Contoh: Bali Post (12-07-2005) mengungkapkan .......................... Diungkapkan bahwa stratifikasi sosial di Bali .............. (Bali Post,12-07-2005) b. Penulisan dalam daftar pustaka Penulisan daftar pustaka diurut sesuai abjad dengan bentuk Harvard Style. Nama penulis dicantumkan nama akhir diikuti inisial nama depan dan tahun terbit. Apabila sumber ditulis oleh sejumlah penulis, dalam daftar pustaka dicantumkan semua nama penulis dengan tata cara penulisan penulis pertama dicantumkan nama akhir diikuti inisial nama depan,sedangkan penulis berikutnya dicantumkan inisial nama depan diikuti dengan nama akhir. Tahun penerbit ditulis setelah nama pengarang diakhiri dengan titik. Judul buku ditulis dengan huruf miring, dengan huruf besar pada awal setiap kata, kecuali kata hubung. Tempat penerbit dan nama penerbit dipisahkan dengan titik dua (:). Contoh: seperti terlampir (lampiran 10)  
DAFTAR PUSTAKA Atmadilaga.D.1989.Panduan Penulisan Skripsi,Tesis,Disertasi Penerapan Filsafat Ilmu dan Metode Ilmiah,Filsafat dan Etika Penelitian Ilmiah,Strukstur Penulisan Karya Ilmiah,Evaluasi Kualitatif Karya Ilmiah.Bandung:UNPAD Haryanto.A.G.,H. Ruslijanto & D.Mulyono.2000.Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah.Jakarta:EGC Nasucha.Y.,M. Rohmadi & A. B. Wahyudi.2009.Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Tulis Ilmiah.Yogyakarta:Media Perkasa. FKIP. Unmas Denpasar.2004. Pedoman Penulisan Skripsi Program Studi Pendidikan Matematika.Denpasar:FKIP Unmas Rifai, A.Mien.2004.Pegangan Gaya Penulisan,Penyuntingan dan Penerbitan Karya Ilmiah Indonesia.Yogyakarta:Gajah Mada University Press. Rusidi.1993. Pedoman Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah.Bandung:UPT Penerbitan IKOPIN. Tanjung.,B.Nur & Ardial.2008.Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Proposal,Skripsi dan Tesis) dan Mempersiapkan Diri Menjadi Penulis Artikel Ilmiah.Jakarta: Prenada Media Group. Lampiran 1: Lembar Cover Proposal USULAN TESIS STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI OBYEK WISATA BUDAYA (Studi tentang Strategi Pemberdayaan Masyarakat Desa Adat Penglipuran (Indegenous Culture/Budaya Asli) Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Obyek Wisata Budaya Desa Adat Penglipuran) Disusun oleh : NAMA: Dwi Wahyuni NPM : 0881033510100039 PROGRAM STUDI : Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pengelolaan Lingkungan Konsentrasi : Pemberdayaan Masyarakat PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR 2011 Lampiran 2: Lembar Persetujuan Komisi Pembimbing (Proposal) LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN KOMISI PEMBIMBING Judul : Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Obyek Wisata Budaya Nama : Dwi Wahyuni NPM : 0881033510100039 Konsentrasi : Pemberdayaan Masyarakat Proposal Tesis Untuk Memenuhi Syarat Penyusunan Tesis Guna Memperoleh Gelar Magister (M.Si) Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pengelolaan Lingkungan (P2WL) Program Pascasarjana Universitas Mahasaraswati Denpasar Denpasar, ........................... 2011 Ketua Komisi Pembimbing Anggota Komisi Pembimbing Ttd ttd Nama Nama NIP NIP Lampiran 3: Lembar Persetujuan dan Pengesahan Komisi Pembimbing (Tesis) LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN KOMISI PEMBIMBING Judul : Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Obyek Wisata Budaya Nama : Dwi Wahyuni NPM : 0881033510100039 Konsentrasi : Pemberdayaan Masyarakat Tesis Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Magister (M.Si) Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pengelolaan Lingkungan (P2WL) Program Pascasarjana Universitas Mahasaraswati Denpasar Denpasar, ........................... 2011 Ttd ttd Nama Nama Ketua Komisi Pembimbing Anggota Komisi Pembimbing NIP. NIP. Mengetahui, Direktur , Ttd Nama NIP. Lampiran 4: Lembar Pengesahan Panitia Ujian Tesis LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN TESIS Judul : Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Obyek Wisata Budaya Nama : Dwi Wahyuni NPM : 0881033510100039 Konsentrasi : Pemberdayaan Masyarakat Tesis Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Magister (M.Si) Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pengelolaan Lingkungan (P2WL) Program Pascasarjana Universitas Mahasaraswati Denpasar Denpasar, ........................... 2011 Panitia Ujian Ketua Sekretaris Ttd ttd Nama Nama NIP. NIP. Lampiran 5: Contoh Daftar Tabel DAFTAR TABEL No. Tabel Halaman 1 Sebaran Penduduk di Wilayah Kerja KUD Desa Kesiman ............... 2. Sebaran Kepala Keluarga (KK) Yang Bekerja di Bidang Pertanian di Wilayah Kerja KUD Kesiman ............... 3. Sebaran Luas Tanah Pertanian di Wilayah Kerja KUD Kesiman ............... 4. Luas tanah Pertanian Yang Alih Fungsi di Wilayah Kerja KUD Kesiman ................ Dan seterusnya. Lampiran 6: Contoh Daftar Gambar atau Grafik DAFTAR GAMBAR No. Gambar Halaman 1. Peta Lokasi Sekretariat KUD Kesiman ................. 2. Grafik Perkembangan Jumlah Anggota KUD Kesiman ................. 3. Grafik Jumlah Pembelian Barang Oleh KUD Kesiman ................. 4. Skema Penjual Padi Oleh Petani Kepada Berbagai Kelembagaan Di Wilayah KUD Kesiman ................. Dan seterusnya Lampiran 7: Contoh Tabel Tabel 2.5 Houschold Types for Brisbane City and Balance Area of the Brisbane Statistical Division (BSD) 1986 Houschold Types Brisbane City Rest of BSD Houschold Houschold 000s % 000s % Parent with dependents 9,814 3,91 6.727 4,91 Parent, adult family members, and dependents 3,920 1,56 2,367 1,73 Couple 57,763 23,00 29,473 21,52 Couple with dependents 54,488 21,70 51,719 37,76 Couple and edult famaly members and dependent 22,767 9,07 10,438 7,56 Releted edults 17,073 6,80 11,493 8,39 Lone person 16.016 6,38 5,039 3,68 Sumber: Planning Local Economic Development, Blakely.1994. Lampiran 8: Contoh Gambar Wage rate s SL 3.35 2.75 DL E E’ Gambar 1. The Effect of Minimum Wage (sumber ….)

 
Spacer
 
Spacer
 
Direktori Dosen Penerimaan Mahasiswa Baru